Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Buka Pameran Temporer

0
40
Pembukaan Pameran Temporer Oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Muzakkir

Leveransindojaya.Com | Banda Aceh – Pameran Museum Aceh yang dibuka Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Muzakkir menyambut baik dan mendukung atas dilaksanakannya pameran temporer di Museum Aceh dengan tema “Siklus Kehidupan” yang di selenggarakan oleh UPTD Museum Aceh.

Perkembangan dunia permuseuman saat ini di indonesia bahkan di dunia telah menjalani perubahan yang sangat pesat.  perkembangan tersebut terlihat dari paradigma baru yang memandang bahwa museum tidak lagi hanya menjadi tempat barang antik, seperti anggapan masyarakat pada umumnya, tetapi museum harus terus berusaha untuk menciptakan pemahaman bagi pengunjung agar dapat merasakan hal yang berbeda, yang hanya dijumpai jika berkunjung ke museum.

untuk lebih mendalami museum, perlu diketahui bahwa ada tiga pilar permuseuman indonesia yang sangat stratergis yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, pembentukan kepribadian bangsa, memperkokoh ketahanan nasional dan wawasan nusantara,

di samping ketiga pilar tersebut, museum juga menjadi media pendidikan non formal dalam rangka pembentukan karakter generasi muda, oleh karena itu museum harus dikembangkan serta dapat melayani masyarakat dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Muzakkir saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan pameran temporer yang berlangsung di Museum Aceh, Kamis (25/4/2019).

Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Muzakkir juga menambahkan, kehidupan masyarakat aceh sangatlah identik dengan islam,  baik dalam budayanya ataupun dalam kehidupan sehari-hari karena antara islam dan budaya aceh merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. harmonisasi tersebut berkembang dalam berbagai aspek kehidupan  masyarakat. masyarakat aceh menyesuaikan tradisi atau adat istiadat dengan agama, hal ini terlihat dalam kehidupan sosial budaya aceh, sebagai hasilnya islam dan budaya aceh menyatu dan sukar untuk dipisahkan.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, dalam masyarakat aceh berlaku ketentuan yaitu yang pertama ketentuan allah yang tidak berubah sepanjang masa dan yang kedua adat kebiasaan masyarakat berdasarkan syariat islam. oleh karena itu masyarakat aceh menepatkan islam sebagai fokus atau landasan kebudayaannya.

Muzakkir selaku Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menambahkan, kekayaan dan keragaman budaya aceh menunjukkan besarnya potensi daerah kita dalam rangka mengembangkan dan mempromosikan aceh ke tingkat nasional bahkan internasional. berkaitan dengan pameran kali ini dalam masyarakat aceh terdapat keunikan-keunikan dalam penyelenggaraan sistem adat istiadat.

Mulai dari upacara menyambut kelahiran bayi, masa mulai menuntut ilmu, masa dewasa, pernikahaan sampai pada tahapan seseorang meninggal dunia yang kesemuanya akan dipaparkan secara terperinci pada pameran kali ini. oleh karena itu begitu pentingnya kita menjaga dan melestarikan adat istiadat aceh yang berlandaskan islam. maka sangat besar peran dan fungsi museum dalam mewujudkan hal tersebut.

Museum Aceh yang akan memasuki usia 104 tahun diharapkan menjadi museum yang modern dengan menempatkan tiga aspek penting dalam memaksimalkan fungsi dan perannya yaitu Tempat ilmu pengetahuan, sumber informasi, tempat rekreasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here