PLT. SEKRETARIS DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA ACEH BUKA SEMINAR PERMUSEUMAN

0
75

Pembukaan Seminar Permuseuman oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH, Rabu (26/6/2019).

leveransindojaya.com | Banda Aceh – Seminar permuseuman yang dibuka Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH menyambut baik dan mendukung atas dilaksanakannya seminar tersebut di Museum Aceh dengan tema “Museum Aceh : Sumber Informasi, Inspirasi dan Bukti kekayaan Intelektual” yang di selenggarakan oleh UPTD Museum Aceh.

“Perlu kita ketahui bahwa perkembangan dunia permuseuman saat ini di indonesia, bahkan di dunia telah mengalami perubahan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut terlihat dari paradigma baru yang memandang bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan barang kuno dan antik, seperti anggapan masyarakat pada umumnya, tetapi museum harus terus berusaha untuk menciptakan pengalaman dan pemahaman baru bagi para  pengunjungnya,” ujar Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH, Rabu (26/6/2019).

Museum sebagai lembaga yang menyimpan, memelihara dan memamerkan koleksinya diharapkan juga mampu berusaha maksimal berperan  aktif sebagai  lembaga edukasi non formal dan tempat menggali ilmu pengetahuan yang kelak diharapkan mampu membentuk karakter generasi bangsa selanjutnya. Seperti yang tertera dalam tiga pilar permuseuman indonesia, yaitu : mencerdaskan kehidupan bangsa, pembentukan kepribadian bangsa dan memperkokoh ketahanan nasional dan wawasan nusantara.

Hal tersebut diungkapkan Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH, saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan seminar permuseuman yang berlangsung di Museum Aceh, Rabu (26/6/2019).

Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH juga menambahkan, Di era pesatnya perkembangan teknologi dan informasi atau yang lazim kita sebut dengan era millenial saat ini, terkadang berdampak pada lompatan peradaban lintas negara yang bukan tidak mungkin mampu meruntuhkan totalitas dan identitas budaya lokal untuk kemudian berubah menjadi tatanan global yang homogen. Indikasi ini dapat terlihat dengan menghilangnya batas-batas kebudayaan sehingga budaya asli mulai dilupakan, Rabu (26/6/2019).

“Jika kondisi ini terus berlarut, perlahan-lahan jati diri kita akan hilang tertelan oleh budaya luar. Oleh karena itu siapa pun kita dan dimana pun kita berada keikutsertaan dalam menjaga jati diri bangsa yang beragam dan berbudaya sangatlah dibutuhkan, apalagi mengingat daerah kita aceh adalah daerah yang bersyariat islam dengan keragaman budayanya yang kaya akan nilai-nilai luhur kehidupan,” jelas Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH, Rabu (26/6/2019).

“Salah satu tugas fungsi museum yaitu menyelenggarakan seminar yang bertujuan sebagai media pembelajaran khususnya bagi para peserta didik, akademisi dan secara umum bagi seluruh masyarakat,” ujar Suburhan.

“Bila dicermati tema yang diangkat pada seminar ini adalah museum aceh, sumber informasi, inspirasi dan bukti kekayaan intelektual merupakan sebuah tema yang sangat  relevan dan penting untuk disajikan, mengingat banyaknya  pelajaran dan informasi yang harus digali dari banyaknya koleksi museum aceh dengan berbagai tinjauan ilmu yang saling berkaitan,” kata Suburhan.

“Melalui seminar ini diharapkan mampu membuka wawasan yang luas tentang sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga fungsi museum sebagai lembaga edukasi dan media pembelajaran dapat dicapai secara maksimal seperti yang tertera dalam tiga pilar tersebut di atas. Untuk mencapai hal-hal  tersebut museum dan pihak-pihak yang terkait lainnya perlu berbenah dan melakukan berbagai inovasi program museum yang bermanfaat dan menarik,  sehingga mampu mendorong  minat dari berbagai kalangan masyarakat untuk berkunjung, belajar dan meneliti di museum,” pungkas Suburhan, Rabu (26/6/2019).

Kepala UPTD Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati, Museum Aceh sesuai dengan visi misi museum sebagai lembaga edukasi non formal. Meningkatkan kesadaran semua pihak terkait tentang pentingnya lembaga museum sebagai pilar peradaban sebuah bangsa. Mengharapkan perhatian dan peran serta semua pihak agar museum kembali bangkit sesuai dengan salah satu visi dan misi gubernur aceh yaitu aceh yang bermartabat, Rabu (26/6/2019).

Museum Aceh saat ini telah berusia 104 tahun sejak didirikannya  tahun 1915 dan memiliki lebih dari 6000 koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi yang merupakan khasanah kebudayaan bangsa dan bukti kekayaan intelektual kita di masa lalu. Melalui kegiatan seminar ini diharapkan kita mengenal lebih dekat mengenai koleksi Museum Aceh dari berbagai sudut pandang ilmu yang akan dipaparkan oleh narasumber dan meningkatkan minat berkunjung serta memanfatkan koleksi museum sebagai bahan pembelajaran.

Hal tersebut diungkapkan kepala UPTD Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati saat memberikan kata sambutan kegiatan seminar permuseuman yang berlangsung di Museum Aceh, Rabu (26/6/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here